SECRET CHAPTER 2

SECRET CHAPTER 2 © CHIELICIOUS

Cast: 

  • Choi Sulli
  • Lee Taemin

Genre: Romance, Friendship.

Warning: Multichapter. Bahasa berantakan tidak menurut EYD. Abal. Dan segala kegajean ada di fic saya ^^v Don’t Like, Don’t Read.

Disclaimer: Yang jelas Taemin dan Sulli bukan punya saya, tapi karena ini fic saya jadi mereka adalah punya saya #plak

The original story from my brain. Fic ini adalah hasil imajinasi saya.

NOT FOR THE SILENT READER.

DO NOT COPY THIS STORY.

Kalo tetep di copy juga meskipun saya nggak tahu, tapi Tuhan yang tahu dan DOSA tanggung sendiri di akhirat.

Read, like and leave a comment. Selamat membaca ^^

***

Taemin memojokkan tubuh Jiyoung ke dinding. Ia mendekatkan kepalanya ke kepala Jiyoung.

DEG.

Seperti ada ribuan jarum menusuk hati Sulli. Sulli membelalakkan matanya. Ia melihatnya, benar ini nyata. Sulli melihat Taemin mencium pipi Jiyoung –yang terlihat seperti ciuman bibir dari arah Sulli bersembunyi. Tanpa ia sadari air matanya meleleh begitu saja. Hatinya sangat terluka pasti. Tubuhnya melemas seketika.

Ia membuka sebuah buku. Tangannya bergetar ketika menuliskan sesuatu di dalamnya. Lelehan air mata itu semakin tak bisa dibendung.

Kemudian ia melihat Jiyoung mendorong tubuh Taemin dan berjalan menjauhinya. Taemin tak bisa mencegahnya hanya bisa melihatnya.

Cukup. Batin Sulli semakin sakit sekarang. Ia mengusap bekas air mata di wajahnya dan nekat berjalan melewati Taemin yang masih memandang Jiyoung tanpa beranjak dari tempatnya tadi.

Ketika Taemin berbalik, ia tak tahu ada Sulli yang sedang lewat dengan menunduk.

Dan.

BRAKK.

Setumpuk buku yang ada di tangan Sulli pun jatuh berserakan di lantai lorong. Cepat-cepat Sulli memunguti buku-bukunya yang ada di lantai. Taemin yang merasa bahwa ia yang bersalah karena tak sengaja menabrak Sulli pun segera merendahkan badannya ikut membantu memunguti buku-buku itu.

“Mianhae.” Ucap Sulli masih menunduk takut-takut Taemin tahu kalo dia sedang menguping tadi.

“Ani, aku yang salah karena aku tak melihatmu tadi.” Jawab Taemin sambil tersenyum. Aish, senyum itu lagi. “Ini.” Taemin menyodorkan buku terakhir yang tadi berserakan.

Sulli menerima buku itu dengan tangan gemetaran. Reaksi badannya saat gugup, dan itu terjadi pada semua orang jika sedang dekat dengan orang yang di sukai. Mereka berdua bangkit, dan berdiri.

“Gamsahabnida, Taemin-ssi.” Ucap Sulli formal sambil membungkukkan badannya di depan Taemin.

“Eh, tak perlu berlebihan begitu Sulli-ah.” Sulli sekali lagi melakukan bow dan berterima kasih pada Taemin, lalu ia setengah berlari menuju ke kelas. Ia ingin segera pergi dari situ karena ia sadar pasti pipinya sekarang sudah semerah tomat, dan jantungnya juga berdetak tak karuan.

Taemin memandang Sulli yang sepertinya sedang diburu waktu dari kejauhan sampai Sulli mengihang di belokan kelasnya.

“Sebaiknya aku juga kembali ke kelas.” Kata Taemin. Ketika ia melangkahkan kakinya, ia merasa kakinya menyenggol suatu benda. Taemin berhenti.

Ia mengalihkan pandangannya ke bawah dan ia menemukan sebuah buku berwarna biru di sebelah sepatunya. Taemin lalu memungut buku yang berukirkan nama Choi Jinri pada covernya itu. Ia memandang sejenak buku milik Sulli yang ada di tangannya, dan berpikir akan mengembalikannya ketika bertemu dengan Sulli di kelas nanti.

***

Pelajaran hari ini berakhir. Sulli yang tak sadar akan salah satu barang berharganya hilang, langsung saja pulang. Ya, buku itu adalah barang berharga bagi Sulli. Karena buku itu adalah diary Sulli. Dia selalu membawa buku itu kemana-mana karena kebiasaan mencatat apa saja yang terjadi padanya dalam  buku diarynya termasuk semua perasaannya pada Taemin, ia tulis di dalamnya. Dan Sulli tak sadar bahwa buku itu tak ada di tangannya.

Taemin sedang berada di koridor sekolah mencari-cari Sulli sedari tadi. Ia belum sempat mengembalikannya di kelas karena ketika ia masuk langsung ada kuis mendadak dari Cho songsaenim. Ia juga tak tahu kalau Sulli sudah pulang duluan.

Hampir satu jam Taemin berdiri di koridor menunggu kemunculan gadis bermata indah itu. Tapi yang ia dapat, gadis itu tak juga datang. Jika harus mengembalikan sebuah buku saja kenapa dia harus menunggu selama itu? Masih ada besok, bukan?

Akhirnya Taemin memutuskan untuk pulang dan mengembalikannya besok. Seharusnya kau sudah melakukannya dari tadi, Taemin.

***

Sulli langsung membanting tubuhnya di ranjang. Entahlah, hari ini ia merasa sangat lelah. Badannya lelah, otaknya lelah, hatinya juga lelah. Sulli memejamkan matanya sejenak. Kejadian tadi siang terus saja berputar di otaknya.

Kenapa bisa kebetulan seperti ini? Kenapa harus dia yang jadi saksi atas pernyataan cinta Taemin pada Jiyoung? Kenapa tidak orang lain saja? Kenapa Tuhan begitu jahat padanya? Pertanyaan kenapa, kenapa dan kenapa terus saja membayangi Sulli. Kemudiaan, ia bangun dari pembaringannya dan langsung mengacak-acak isi tasnya.

Semua isi yang ada di dalam tasnya pun di keluarkan. Tapi, ia tak kunjung menemukan sesuatu yang ia cari. Sesuatu yang sangat berharga dan rahasia baginya. Buku catatan pribadinya. Sekarang Sulli mencarinya di meja belajar, tak ada. Lalu berpindah ke rak buku di sebelah meja belajarnya, mencarinya di setiap deretan buku-buku yang tersusun rapi. Hasilnya nihil.

Sulli mengingat-ingat lagi. Ia yakin sekali tadi pagi bukunya ia masukkan ke dalam tasnya dan membawanya ke sekolah. Tanpa banyak bicara, Sulli langsung melesat menuju ke sekolahnya.

Chungdam Senior High School dalam keadaan sepi. Hari ini memang tak ada jadwal latihan ekstrakulikuler atau pelajaran tambahan. Dengan langkah terburu-buru Suli menuju kelasnya. Ia mencari di setiap sudut kelas, di laci bangku dan di setiap koridor sekolah yang ia lewati tadi.

Sulli menunduk frustasi. Buku catatan pribadinya benar-benar hilang sekarang.

***

Taemin memandangi buku bercover biru yang ada di atas meja belajarnya. Ia lalu mengambil buku itu. Rasa penasaran seketika meracuni otaknya. Ia penasaran akan isi yang ada dalam buku Sulli.

“Ani. Ya! itu bukan milikmu, Lee Taemin.” Runtuknya pada dirinya sendiri.

Kemudian ia meletakkannya kembali pada meja belajarnya. Taemin membaringkan tubuhnya pada ranjang, otaknya terus saja memberi perintah untuk segera membuka buku itu. Tapi hatinya menyuruhnya agar tak membukanya karena itu bukan miliknya. Taemin sedang berperang melawan dirinya sendiri sekarang.

Taemin bangkit dan mengambil buku biru yang berada di atas meja itu. Menimbang-nimbang apakah ia akan membaca isinya tanpa seijin dari pemiliknya dan masa bodoh dengan masalah kepemilikan. Atau menuruti hati nurani untuk tetap menyimpannya sampai buku itu kembali ke tangan pemiliknya.

Atas dorongan rasa penasaran yang lebih besar, akhirnya Taemin membukanya juga, Toh, kalau pun ia membaca isinya sekarang Sulli juga tidak akan tahu. Dan jika Sulli bertanya, ia bisa berbohong, bukan? Tekad dan rasa penasarannya lebih kuat rupanya.

Sampul biru buku itu sudah berhasil terbuka, nampak halaman pertama yang terdapat foto Sulli sendiri. Taemin tersenyum ketika melihat selca Sulli berpose aegyo yang ditempel Sulli pada halaman pertama bukunya.

Lembar selanjutnya terdapat foto Sulli bersama kedua orang tuanya dan kakaknya serta sebuah foto Sulli bersama Krystal dan Amber.

Taemin membuka lembar selanjutnya, dan di situ mulai terdapat tulisan tangan Sulli yang terukir indah dan rapi di setiap lembarnya. Taemin tersentak ketika namanya ada dalam buku catatan pribadi Sulli. Begitu pula pada lembar-lembar berikutnya, namanya terus ada.

Taemin semakin terhanyut membaca catatan pribadi Sulli, melupakan bahwa yang sedang ia baca sekarang sebenarnya bukanlah haknya. Banyak cerita-cerita Sulli tentang dirinya yang bahkan Taemin sendiri tak menyadarinya. Sulli memperhatikan dirinya lebih dari ia sendiri.

Deg. Deg.

Semakin ia masuk ke dalam catatan harian Sulli semakin banyak cerita tentang dirinya. Dan entah kenapa hatinya tiba-tiba merasa aneh.

Taemin sekali lagi tersentak oleh sebuah kata dalam buku itu yang membuat hatinya benar-benar mencelos.

Aku tahu kau tak mencintaiku, tak akan pernah. Tapi, aku tidak bisa untuk tidak mencintaimu, Lee Taemin. Entahlah, jangan tanyakan kenapa bisa begitu.Tak apa, kau tak perlu membalasnya, cukup aku menyimpannya saja. Mungkin aku akan mengatakannya jika waktunya tepat, mungkin juga tidak untuk selamanya.

Dalam buku catatan pribadinya, Sulli tahu semua tentang Taemin. Tentang semua kebiasaan dan kesukaannya. Sulli tahu betul bagaimana karakter dan sifatnya. Sulli tahu apa saja yang ia benci. Sulli tahu apa saja kegiatannya. Semua tertulis dalam buku catatan Sulli. Bahkan, sampai pada hal-hal kecil yang tidak Taemin sadari pun Sulli tahu. Ya, mungkin juga karena mereka memang bertetangga sejak kecil.

Halaman terakhir yang Sulli tulis dalam buku itu adalah hari ini. Ia menulis kejadian dimana Taemin menyatakan cinta pada Jiyoung lalu berciuman dan Sulli menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri. Sulli menuliskan hatinya sangat sakit seperti dihujam pisau tajam.. Taemin sedikit sesak ketika membacanya dan tahu bahwa ada seseorang yang menjadi saksi ia mencium Jiyoung secara paksa tadi siang.

Dari situlah Taemin tahu kalau Sulli benar-benar menyukainya.

Tapi yang Taemin herankan, kenapa Sulli sama sekali tak pernah menampakan rasa sukanya pada Taemin? Kenapa ia harus memendamnya sendirian? Kenapa ia tak menyadari dari awal? Apakah dia yang tak peka dengan perasaan seseorang?

Pertanyaan-pertanyaan itu seketika melintas di pikirannya. Perasaannya campur aduk sekarang, antara menyesal telah membuka catatan pribadi seseorang yang tidak seharusnya ia ketahui dan sempat shock karena ia tak menyangka bahwa Sulli menyukainya –ah tidak bukan menyukainya tapi mencintainya.

Taemin menutup buku itu, mengubah posisinya menjadi berbaring di ranjangnya dan berusaha memejamkan matanya. Tapi, apa yang ia dapat bayangan Sulli yang muncul begitu saja di otaknya. Nah lho, sekarang kau bingung sendiri dengan perasaanmu bukan, Lee Taemin?

Taemin mengacak-acak rambutnya kesal. “Aish, apa yang sebenarnya terjadi padaku?”

***

Chapter 2 is done.

Pendek ya? Hehe Mianhae readers saya lagi seret ide, kebetulan lagi barengan sama simulasi dan tugas Roleplayer jadi harus bagi ide. Mian mian mian #bow

Sudah read kan ya? Sekarang Like dan Comment ya ^^

Satu comment dan like kamu adalah satu semangat untuk saya. ^^

2 thoughts on “SECRET CHAPTER 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s