SECRET CHAPTER 3

SECRET CHAPTER 3 © CHIELICIOUS

Cast: 

  • Choi Sulli
  • Lee Taemin

Genre: Romance, Friendship.

Warning: Multichapter. Typo beterbangan. Bahasa berantakan tidak menurut EYD. Abal. Dan segala kegajean ada di fic saya ^^v Don’t Like, Don’t Read.

Disclaimer: Yang jelas Taemin dan Sulli bukan punya saya, tapi karena ini fic saya jadi mereka adalah punya saya #plak

The original story from my brain. Fic ini adalah hasil imajinasi saya.

NOT FOR THE SILENT READER.

DO NOT COPY THIS STORY.  

Yang mau komplain atau mau nagih chapter selanjutnya @ciicucil

Read, like and leave a comment.

Selamat membaca ^^ 

 

***

 

Pagi ini Sulli turun untuk sarapan dengan wajah ditekuk.

Ia menenteng tas ranselnya dan menyeret salah satu kursi di ruang makan dengan sikap malas. Tak cukup mendudukkan dirinya di kursi itu, perlahan ia menaruh kepalanya dan menenggelamkannya di antara kedua tangannya yang ada di atas meja. Dan menyisakan kebingungan antar keluarga Choi di meja makan.

Sepertinya perasaannya masih kacau akibat kehilangan buku catatan pribadinya. Ia serasa kehilangan seluruh semangatnya. Choi Siwon –ayahnya- dan Choi Minho –kakaknya- saling memandang heran ke arah putri bungsu keluarga Choi itu.

“Sulli-ah, waegurae?” Tanya Tiffany yang muncul dari belakangnya sambil membawa sepiring sandwich untuk sarapan keluarganya. “Kau ada masalah?”

“Aniya, Eomma. Hanya lelah dengan tugas di sekolah.” Jawab Sulli berusaha menutupi dengan sedikit kebohongan pada Eommanya.

“Kau bisa ceritakan pada Eomma, kan?”

“Hanya masalah kecil kok.” Senyuman terpaksa yang akhirnya ia perlihatkan pada ibunya.

“Kau yakin baik-baik saja?” sekarang ayahnya yang angkat bicara. Siwon juga sedikit mengkhawatirkan putrinya yang berubah sikap tak seperti biasanya yang periang.

“Gwaechana, Appa.” Jawab Sulli masih dengan muka bad mood. Sedangkan Minho hanya memandang wajah tak bersemangat adiknya.

Yah, mau tak mau Siwon dan Tiffany harus menyerah. Toh putri mereka sudah bukan anak kecil lagi. Mereka melanjutkan sarapan pagi dalam diam.

Sulli menyuap sepotong sandwich buatan eommanya, lalu meletakkannya kembali di piring yang ada dihadapannya. “Aku berangkat duluan.” Katanya sambil menenteng tasnya.

“Kau tak menghabiskan sarapanmu?” tanya Tiffany.

“Aku ada piket hari ini.” Eomma, Appa dan Oppanya hanya memandang ketidakbiasaan pada Sulli hari ini. Sulli berlalu begitu saja tanpa memberikan ciuman pada Eomma dan Appanya seperti apa yang ia lakukannya setipa hari.

***

Lagi-lagi Sulli menenggelamkan kepalanya di antara tangannya yang berada di atas meja. Kelasnya memang sepi saat istirahat. Dan lagi-lagi hanya ada Sulli dan Taemin di dalam kelas. Tapi kali ini Sulli tak peduli.

Ia tetap saja posisinya. Taemin yang secara tak sadar mulai memperhatikan Sulli yang tak biasa.

Hari ini Sulli nampak kacau, tak bersemangat bahkan terlihat seperti tak tidur semalam. Taemin terus memperhatikan Sulli yang masih menutupi wajahnya.

Kali ini Taemin mulai berpikir, apa karena buku itu? Sepertinya sekarang bukan saat yang tepat untuk mengembalikannya. Pasti ia akan dimarahi habis-habisan oleh Sulli. Ah, sepertinya hanya negative thinking saja yang ia pikirkan.

Antara berani tak berani ia beranjak hendak mendekati Sulli.

Ia mulai berjalan menuju bangku tempat Sulli duduk. Taemin masih berjalan dengan langkah ragu-ragu. Ia memantapkan hatinya dan berjalan pasti. Tinggal berbelok, Taemin berhenti sejenak. Dan ternyata ia malah meneruskan langkahnya menuju pintu keluar kelasnya.

Babo-ya Lee Taemin! Perasaan aneh itu yang membuatnya mengurungkan niatnya. Ia benar-benar tak mengerti dengan perasaannya kali ini. “Aish, mungkinkah aku mulai menyukainya?  Aku tak mungkin menyukai Sulli.”  Katanya dalam hati.

***

“Kau kenapa? Tak biasanya kau diam saja?” Tanya Krystal ketika tiga sahabat itu berjalan menuju Laboratorium Kimia. Hari ini ia melihat perubahan besar pada sahabatnya.

“Kau lagi PMS ya?” sekarang Amber yang bertanya.

Krystal mencubit lengan Amber. “Ya!”

“Ya! Sakit, Krystal Jung!” balas Amber. Sulli yang bisanya menjadi penengah kali ini diam saja.

“Aku tak apa-apa.” Jawab Sulli datar.

Taemin dan beberapa temannya berjalan dari arah yang berlawanan. Pintu Laboratorium saat itu hanya terbuka setengah, Krystal dan Amber masuk ke dalam Lab. Kimia duluan. Sulli masih berjalan dengan malas. Salah satu teman Taemin tak sengaja menabrak bahu Sulli.

Sulli tak bereaksi apa-apa. Tak bergeming sedikitpun dan tetap masuk ke dalam Laboratorium dengan dinginnya. Kalau pada kondisi normal, setidaknya Sulli akan meminta maaf meskipun itu bukan kesalahannya.

Taemin berhenti di depan pintu Laboratorium dan memandang Sulli heran.

***

Taemin dan Sulli. Keduanya sedang dilanda kegalauan. Entah kenapa beberapa hari ini otak Taemin di penuhi bayangan Sulli. Dan Sulli, masih murung seperti beberapa hari yang lalu.

Taemin semakin tak mengerti dengan perasaannya sekarang. Tiba-tiba saja rasa aneh itu muncul setelah ia membaca catatan pribadi Sulli dan ketika ia mengulang kembali membaca buku itu pasti rasa aneh itu muncul lagi.

Buku bercover biru itu masih ada di tangannya. Masih dengan statement yang sama, menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikannya.

Hari ini ada pembagian kelompok untuk sebuah proyek penelitian dari guru biologi mereka. Setelah Han Songsaenim masuk kelas dan menyebutkan beberapa nama yang tergabung dalam satu kelompok. Kali ini Han Songsaenim membagi dua orang untuk satu kelompok.

Taemin nampak sumringah ketika Han Songsaenim menyebutkan ia satu kelompok dengan Sulli. Dengan –lagi-lagi- senyuman tipis yang misterius itu tentunya. Sedangkan Sulli bersikap biasa saja. Seharusnya ia lebih antusias karena bisa satu kelompok dengan Taemin, bukan? Astaga, sejak kapan gadis periang itu menjadi Ice Princess?

“Sulli-ah, kau sekelompok denganku.” Ujar Taemin setelah Han Songsaenim menyuruh murid-muridnya berkumpul sesuai dengan kelompok yang disebutkan tadi untuk membicarakan lebih lanjut tentang penelitian mereka.

“Hn.” Sulli menggeser badannya, memberikan tempat pada Taemin agar dia bisa duduk di sebelahnya dan segera berdiskusi.

“Baiklah kita akan membicarakan lagi konsep kita nanti.” Ujar Taemin yang hanya direspon anggukan oleh Sulli. “Ah, bagaimana kalau nanti kita bertemu di taman kota? Aku akan menjemputmu pukul 5.” Taemin berdiri dan beranjak dari bangku Sulli.

Saat dekat dengan Taemin, Sulli terlihat abnormal. Aneh sekali, ia tak berkeringat dingin dan jantungnya berdetak normal. Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Entahlah.

***

Sudah dua minggu Taemin dan Sulli bekerja dalam satu kelompok penelitian.

Sudah dua minggu mereka berdiskusi bersama, bekerja di Laboratorium bersama, membuat laporan bersama. Dan sudah dua minggu pula buku catatan pribadi Sulli berada di tangan Taemin. Masih ingat dengan buku itu?

Karena sudah terbiasa bekerja sama berdua, Taemin dan Sulli perlahan menjadi dekat. Bahkan bisa dikatakan Taemin yang berusaha mendekat. Memang Sulli tak seceria sebelumnya, tapi setidaknya Taemin bisa membuat moodnya membaik.

“Mau kemana?” tanya Minho kepada adiknya yang sudah rapi dari atas hingga bawah.

Sulli duduk di sofa sebelah Minho. Ia tersenyum, “Ke Perpustakaan.” Jawabnya singkat.

“Bersama Krystal?” tanyanya antusias.

“Ani, bersama Taemin.”

Seketika Minho menampakkan wajah kecewanya.

“Kau sering menanyakan Krystal akhir-akhir ini. Ya! Jangan-jangan kau menyukainya!” Tuding Sulli.

Minho hanya nyengir lebar menampakkan deretan giginya.

Sore ini Taemin sudah membuat janji dengan Sulli untuk membahas penelitian mereka. Taemin akan menjemputnya pukul empat tepat. Sulli duduk di sofa ruang keluarga sambil membaca sebuah komik, tiba-tiba ponselnya berdering.

Ada satu pesan.

Sulli segera memasukkan komiknya ke dalam tasnya sesaat setelah membaca pesan itu. Lalu keluar dari rumahnya, dan tampaklah senyuman lebar seorang Lee Taemin.

“Maaf membuatmu menunggu lama.” Senyuman misterius itu lagi yang ditunjukkan oleh Lee Taemin.

“Gwaechana.” Jawab Sulli singkat.

Taemin membukakan pintu mobilnya untuk Sulli, “Silahkan masuk, Princess.”

Omo! Princess?

“Eh, kau bilang apa tadi?”

Taemin tersenyum, “obseo.”

Entahlah, apakah ada maksud terselubung dibalik kata Princess yang diucapkan Taemin barusan. Author rasa kalian bisa menganalisanya dengan cepat.😀

***

Seperti prosedur dalam perpustakaan pada umumnya. Dilarang Berisik. Taemin dan Sulli menelusuri deretan rak buku dengan diam.

Keduanya sibuk dengan buku-buku bahan referensi. Sulli menelusuri setiap buku yang menurutnya akan membantunya dalam pembuatan makalah mereka. Sesekali ia berjinjit berusaha menggapai buku yang ada di rak atas.

Taemin pun sama. Ia sibuk dengan bagiannya. Masih mencari apa yang akan menjadi bahan pendukung makalah untuk penelitian mereka.

“Sstt, Sulli-ah sepertinya ini buku yang kita cari.” Kata Taemin pelan tak ingin mengganggu ketenangan pengunjung perpustakaan yang lain. Di tangannya sudah ada sebuah buku tebal semacam ensiklopedi yang ia tunjukkan ke Sulli.

Sulli yang saat itu sedang menggapai sebuah buku di rak yang letaknya lebih tinggi reflek menoleh. “Ne?”

“Ya! Sulli awas!” Pekik Taemin saat sebuah buku yang mencoba di gapai oleh Sulli jatuh saat Sulli menoleh ke arah Taemin.

Taemin menarik Sulli ke arahnya.

“Ya! Lee Taemin apa yang kau lakukan?”

Taemin tak bisa menahan berat tubuhnya dan Sulli. Akhirnya Sulli jatuh di atas Taemin. Mereka saling menindih sekarang, Taemin berada di bawah dan tubuh Sulli berada di atas dada Taemin.

Wajah mereka saling berdekatan. Masih bertahan dengan posisi yang sama dalam beberapa menit.

“Ta-taemin.” Sulli dengan muka semerah tomat.

Setelah sadar sepenuhnya, mereka buru-buru bangun dan saling menjauh. Sulli yang tak berhenti blushing karena kejadian barusan dan Taemin dengan seringai misteriusnya.

“Ssttt, jangan berisik.” Kata seorang wanita dari balik rak buku di depan mereka. Sepertinya wanita itu si penjaga perpustakaan.

Taemin membungkukkan badannya meminta maaf atas keributan kecil yang ditimbulkannya bersama Sulli beberapa menit yang lalu. “Cwesonghabnida.” Beberapa kali Taemin melakukan bow kepada ibu-ibu yang memperingatkannya tadi.

“Err- Taemin, kau baik-baik saja?” tanya Sulli canggung.

“Gwaechana Sulli-ah.”

“Mianhae.” Sulli menunduk malu. “Tadi itu- Aku berat ya?”

“Hmm, tidak juga. Tapi sepertinya kau harus sedikit diet.” Taemin tertawa jahil.

Sulli meninju pelan lengan Taemin. Dan mereka berdua tertawa pelan mengingat sedang berada dimana mereka sekarang.

***

Mendung menggantung sore ini. Seoul sudah memasuki musim gugur. Musim gugur kali ini hujan lebih cepat turun dari yang diperkirakan. Hujan akan turun sebentar lagi. Hawa dingin sekejap menerkam tubuh yang sedang berdiri di depan lobi sekolah itu.

Sulli mendekap bahunya. Dingin. Sesekali ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya alih-alih sedikit meminimalisir dingin. Sedikit demi sedikit gerimis mulai membasahi halaman sekolah.

Sulli masih berdiri di sana, seperti biasa menunggu Minho Oppanya menjemputnya. Ia sedikit menyesali kenapa tadi pagi ia menolak saran Eommanya untuk membawa jaket.

Tiba-tiba seorang namja berdiri di sampingnya. “Pakai jaketku.” Taemin menyodorkan sebuah jaket kepada Sulli.

“Ah, gamsahabnida Taemin. Kau saja yang pakai.”

“Gwaechana Sulli-ah, pakailah.” Paksa Taemin, ia meraih tangan Sulli agar yeoja itu mau memakai jaketnya.

“Ani. Kau lebih membutuhkannya.” Ternyata niat baik Taemin malah di tolak dengan senyuman oleh Sulli.

Sekarang sebuah jaket sudah menggantung di bahunya. “Gadis manis sepertimu tak akan kubiarkan kedinginan.”

Oke, inikah niat baik? Atau niat terselubung?

“Eh, Taemin..” Sulli memandang Taemin. Dan yang dipandangnya hanya tersenyum.

“Aku akan menemanimu sampai Minho hyung menjemputmu. Jika Minho hyung tak juga datang aku akan mengantarmu pulang. Bagaimana?”

Sulli merasa ada yang berbeda pada Taemin, entahlah ia juga belum tahu pasti. “Johayo.” Sekarang eyes smile manis itu menghiasi wajah cantik seorang gadis bernama Choi Sulli.

Nampak sesosok samar dari ujung lobi, sepasang mata itu sedang memperhatikan Sulli dan Taemin. Entah atas dorongan rasa cemburu atau apa, ia tetap berdiri sambil mengawasi apa yang sedang dilakukan keduanya.

***

TO BE CONTINUE

***

Alhamdulillah yah chapter 3 akhirnya selesai hehe. Bagaimana sudah panjang atau masih kurang panjang lagi ceritanya? hehe

Coba tebak siapa yang lagi ngintipin Taelli?

Readers, chapter ini adalah chapter terakhir yang author publish sebelum author hiatus karena UAS seminggu lagi. Tapi, nanti setelah UAS insya Allah bakal lanjut kok ^^

Mohon doanya ya, readers #bow

Terima Kasih sudah membaca #bow

Joha reader-deul, Like and Comment please~ ^^

4 thoughts on “SECRET CHAPTER 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s