HAPPINESS

HAPPINESS

CHIELICIOUS © 2012

Cast: 

  • Choi Minho
  • Krystal Jung
  • Choi Yoogeun (Maaf ya marganya Yoogeun saya ubah jadi Choi)

Genre: Romance, Family.

Ratting : PG-15

Warning: Ficlet. Typo. Bahasa berantakan tidak menurut EYD. Abal. Dan segala kegajean ada di fic saya ^^v Don’t Like, Don’t Read.

Disclaimer: Minho, Krystal dan Yoogeun punya Tuhan, tapi di ff ini mereka punya saya.

The original story from my brain. Fic ini adalah hasil imajinasi saya.

NOT FOR THE SILENT READER.

DO NOT COPY THIS STORY.

Read, like and leave a comment. Selamat membaca ^^

 

***

“Ah, annyeonghaseyo, Seohyun-ssi,” sapa Krystal pada rekan kerjanya sewaktu melintas di lorong sekolah.

“Annyeonghaseyo, Krystal-ssi,” balas Seohyun ramah. “Wah, nampaknya kandunganmu semakin besar saja.”

Krystal tertawa kecil, “Iya, sudah delapan bulan, Seohyun-ssi.”

“Delapan bulan, dan kau belum meminta cuti?” Krystal menggeleng pelan, masih menampakkan senyuman tulusnya.

Ya, Krystal masih menjalankan aktivitas seperti biasanya. Mengajar di sebuah taman kanak-kanak, dimana putranya Yoogeun juga bersekolah di sana. Padahal perutnya sudah tampak besar karena kehamilannya yang sudah memasuki delapan bulan.

Seperti kata dokter kandungan saat ia mengecek kesehatan calon bayinya dua minggu yang lalu, trimester ketiga adalah masa paling rawan dalam kehamilan. Ia tidak boleh terlalu lelah dan tidak boleh stress karena itu akan berpengaruh terhadap kesehatan calon bayinya. Jadi seharusnya ia sudah mengambil cuti. Tapi, bu guru Krystal masih belum rela meninggalkan pekerjaannya sepertinya.

“Ah, joha Krystal-ssi. Semoga si kecil sehat, ya?” Seohyun lalu meninggalkan Krystal dan masuk ke dalam kelas.

“Ne, gamsahabnida, Seohyun-ssi.”

***

“Ah, Yoogeun-ah kapan adikmu lahir?” tanya salah seorang teman Yoogeun saat istirahat.

“Kata Eomma, satu bulan lagi,” jawab Yoogeun polos sambil menyuap sandwich isi keju dan ham kesukaannya.

“Tebak adikmu nanti laki-laki atau perempuan?”

“Tentu saja laki-laki, kalau adikku perempuan nanti tidak mau bermain denganku,” kata Yoogeun dengan polosnya.

“Bagaimana kalau adikmu perempuan?”

“Tidak mau. Pokoknya harus laki-laki. Kalau tidak, Eomma dan Appa harus membuatnya lagi,” kata Yoogeun ngotot.

Aigo, kepolosan anak-anak ini membuat gemas saja.

***

“Jagiya~” kata Minho memeluk istrinya dari belakang. Sepertinya posisi seperti ini adalah posisi favoritnya.

“Hm?” jawab Krystal singkat. Ia sedang menyiapkan makan malam untuk keluarganya.

“Saranghae,” bisik Minho. Ia menyandarkan dagunya pada bahu Krystal.

“Oppa, sejak kapan kau semakin manja begini, hm?”

Minho tak menjawab pertanyaan Krystal, malah tertawa kecil. Tangannya mengelus perut istrinya yang sudah membesar.

Minho lalu membalikkan tubuh Krystal agar menghadap padanya, lalu mencium ujung kepala Krystal. Lalu ia merendahkan tubuhnya dan mencium perut Krystal.

“Sayang, kau tidak boleh nakal ya. Kau tidak boleh menyusahkan Eomma, arra?” ujar Minho seakan calon putri kecil mereka mendengar.

Ya, bayi yang ada dalam kandungan Krystal adalah perempuan. Mereka sudah melakukan tes USG untuk melihat jenis kelamin calon bayi mereka sejak kandungan Krystal tujuh bulan. Tapi, rupanya Minho dan Krystal masih merahasiakannya dari Yoogeun. Tentu saja ini akan menjadi sebuah kejutan yang indah.

Minho mengelus perut Krystal lagi. Krystal merasakan ada tendangan kecil dari dalam perutnya. “Iya, Appa,” jawab Krystal.

Minho tertawa kecil atas apa yang dikatakan Krystal. Dan mencium perut Krystal sekali lagi.

“Eomma!” teriak Yoogeun sambil berlari ke arah dapur.

Minho langsung menyambut putra kesayangannya dengan pelukan, lalu mengangkatnya dalam gendongannya. “Ada apa jagoan, hm?”

“Yoogeun lapar!”

“Yoogeun-nie lapar? Joha, tunggu di meja makan bersama Appa ya.”

Yoogeun dan Minho duduk di ruang makan menunggu Krystal membawakan makan malam untuk mereka.

***

“Yoogeun-nie sudah mengantuk?” tanya ibu muda itu lembut. Dan dijawab sebuah anggukan oleh putra kecilnya. “Baiklah, ayo kita tidur.”

“Sini Appa gendong.” Minho mengangkat Yoogeun dan membawanya ke kamarnya. Krystal mengikuti mereka dari belakang dengan langkah yang sedikit berat, tentu saja karena beban yang ada di perutnya semakin lama semakin berat.

“Yoogeun-nie, ppoppo.” Lalu Yoogeun mencium Minho dan Krystal.

Minho menggandeng tangan Krystal lembut setelah menghidupkan lampu tidur mungil di meja kecil sebelah ranjang Yoogeun.

“Eomma!”

Krystal menoleh, ia kembali menghampiri ranjang putranya dan mendapati buah hatinya itu belum memejamkan matanya. “Waeyo jagiya, hm?”

“Yoogeun juga ingin mencium adik bayi sebelum Yoogeun tidur, boleh ya?” Krystal tersenyum. Sedangkan Minho menatap istri dan malaikat kecilnya dari pintu. Ia yakin Yoogeun akan sangat menyayangi adiknya kelak jika sudah lahir. Ia tersenyum tipis.

“Tentu saja, sayang,” Krystal duduk di tepi ranjang kecil Yoogeun. Lalu Yoogeun memeluknya dan mencium perut eommanya.

“Saranghaeyo.” Katanya polos.

“Nado, Yoogeunnie oppa.”

“Eomma, adikku kan laki-laki, harusnya memanggilku hyung, dong,” bela Yoogeun.

Krystal terkekeh melihat kepolosan putranya. “Joha, Yoogeun hyung selamat tidur,” Krystal memberikan sebuah pelukan lagi pada Yoogeun.

***

“Kau tak apa? Perlu aku bantu?” kata Minho melihat istrinya berjalan pelan di belakangnya. Beban delapan bulan itu tidaklah mudah.

“Gwaechana, oppa. Aku bisa sendiri.”

“Benarkah?” Minho menatap Krystal yang sedikit kesusahan menaiki ranjang mereka.

“Iya, jangan khawatir oppa,” kata Krystal setelah berhasil membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Minho pun melakukan hal yang sama, dia masih setengah berbaring di sebelah istrinya.

Krystal tiba-tiba bangun dan mengambil sesuatu dari dalam laci meja di sebelah ranjang.

“Lihat, Yoogeun kita begitu menggemaskan,” ujar Krystal membuka sebuah buku yang tak lain adalah album foto yang berisi foto-foto malaikat kecil mereka.

Minho mengangguk setuju. Krystal menyandarkan kepalanya di dada bidang Minho, sedangkan Minho bersandar pada kepala ranjang dan memeluk Krystal.

“Oppa, rasanya baru kemarin aku melahirkan Yoogeun. Sebulan lagi aku akan melahirkan putri kecil kita.” Krystal masih bersandar di dada Minho. Sesekali Minho mengusap ujung kepala Krystal.

Minho mencium kening Krystal singkat. Tangannya yang berada di atas perut istrinya merasakan sedikit tendangan. “Hei, si kecil mendengarkan kita sepertinya.”

Krystal yang merasakan hal yang sama pun mengangguk. Ia tetap membuka satu per satu halaman album foto putra pertama mereka. Foto-foto saat Yoogeun baru lahir sampai sekarang. Deretan foto saat Yoogeun ulang tahun yang pertama sampai kelima pun tertata dengan rapi.

“Sepertinya kita harus segera mencari nama untuk putri kita,” kata Minho mengelus rambut panjang Krystal.

“Oppa sudah punya ide untuk itu?”

Minho menggeleng. “Kupikir lebih sulit mencari sebuah nama untuk seorang bayi perempuan,” canda Minho.

“Bagaimana kalau Yookyung? Yoo adalah kelembutan, dan Kyung adalah kehormatan. Yookyung, kelak putri kita akan menjadi gadis yang lembut yang penuh dengan kehormatan,” jelas Krystal.

Wajah Minho berubah menjadi lebih cerah, “kau pintar, jagi.”

Tiba-tiba Krystal mengeratkan cengkramannya pada lengan Minho. Wajahnya seketika memucat. Keringat dingin mengucur. Kontraksi pada rahimnya secara tiba-tiba muncul. Seperti ada yang meremas bagian bawah perutnya.

“Soojung-ah, kau tak apa?” tanya Minho ketika melihat perubahan yang secara tiba-tiba pada istrinya. “Jagiya, apa yang terjadi?” tanyanya sekali lagi.

“Oppa, perutku sakit. Argh!” Krystal menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit.

Minho terbelalak. “Mwo?” Seketika ia berubah menjadi panik.

Krystal terus memegang perutnya, sedangkan Minho yang kalang kabut menghadapi situasi darurat seperti ini. “Oppa, sakit!”

“Sabarlah jagi, aku akan membawamu ke rumah sakit.” Minho masih mondar-mandir tidak jelas, ia kebingungan sendiri mencari kunci mobil dan ponselnya.

“Oppa! Cepatlah! Sakit!”

Dapat.

Setelah menemukan kunci mobil dan ponselnya, Minho langsung menggangkat istrinya menuju mobilnya. Ia lalu melesatkan mobilnya menuju rumah sakit mengingat ini dalam situasi emergency.

Setelah sampai di rumah sakit, beberapa suster langsung melakukan penanganan dan membawa Krystal ke ruang bersalin. Ya, ia harus melahirkan lebih cepat rupanya. Delapan bulan, tentu saja bayi lahir prematur. Dan ternyata dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi caesar karena kandungan Krystal dalam kondisi drop dan air ketuban sudah pecah.

Minho langsung mengangguk setuju. Apapun akan ia lakukan asalkan istri dan putrinya selamat.

Ya! Babo!

Mereka melupakan Yoogeun. Si kecil itu sendirian di rumah. Minho memukul pelan kepalanya. Ia segera menelpon Eommanya agar menjaga Yoogeun yang sendirian di rumah. Agak sedikit lega ketika Eommanya mengiyakan permintaanya untuk menjaga Yoogeun.

Minho mondar-mandir di depan ruang operasi karena ia tidak diperkenankan masuk. Menunggu kabar tentang istri dan putrinya. Rasanya berbeda sekali saat ia menemani persalinan lima tahun yang lalu.

Ya, Yoogeun lahir secara normal dan Minho bisa ada di sisi Krystal saat itu. Memberinya semangat. Nyata-nyata benar kehamilan Krystal yang kedua sangat berat seperti apa yang pernah Krystal keluhkan padanya waktu itu.

Sangat berat sampai saat persalinan tiba saat ini.

Minho terduduk lesu. Dalam hatinya terus berdoa untuk Krystal yang sedang berjuang antara hidup dan mati. Berdoa agar Tuhan menyelamatkan keduanya. Ia semakin mengepalkan genggaman kedua tangannya, antara khawatir, takut, dan bahagia.

Entah apa yang paling dominan di hatinya sekarang.

“Hyung!” Panggil seseorang dari ujung lorong.

Minho menoleh dan mendapati dua orang namja dan seorang yeoja.

“Eomma, Appa, dan Taeminnie.” Masih tersirat raut kekhawatiran yang sangat kental di wajah Minho.

“Aku mengantarkan Abeonim dan Eommonim, hyung.” Taemin menepuk pundak Minho.

“Katakan apa Soojung baik-baik saja?” desak Tiffany tak kalah khawatir.

“Dia sedang menjalankan operasi caesar di dalam, Eomma. Yoogeun bagaimana?” Minho menatap ketiga orang dihadapannya secara bergantian. Rautnya masih tidak lepas dari kekhawatiran.

“Jinri dan Cheonsa menemaninya di rumah. Tenang dan banyaklah berdoa untuk istri dan anakmu.” Siwon akhirnya angkat bicara menampakkan sisi seorang ayah yang bijaksana.

Minho menganguk dan membiarkan ketiga orang itu duduk di sebelahnya. Hanya Taemin, Tiffany dan Siwon yang sementara menemaninya sekarang. Orang tua Krystal masih berada di Amerika. Dan tidak mungkin akan langsung menyusul ke Korea.

Mereka masih menunggu sampai satu jam telah berlalu.

“Keluarga Nyonya Choi Soojung?” Sebuah suara setelah pintu ruang operasi terbuka.

Keempat orang itu langsung terlonjak. “Ne, saya suaminya.” Minho sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana keadaan Krystal dan bayinya.

Dokter wanita itu menundukkan wajahnya untuk sekian detik, lalu menghela napas agak panjang. Choi Minho berserta orang tuanya dan Taemin memandang sang dokter. Penasaran dengan berita apa yang akan ia sampaikan.

“Operasinya berjalan lancar,” Dokter muda itu menghela napasnya lagi. “Ibu dan anaknya selamat. Selamat atas kelahiran putrimu.”

Mereka berempat bernapas lega. “Ah, gamsahabnida dokter Kim.” Minho tak bisa membendung kebahagiaannya. Doanya terkabul.

“Apa kami boleh melihatnya?” tanya Tiffany.

“Tentu saja nyonya,” dokter muda itu tersenyum. “Nyonya Choi akan segera dipindahkan di ruangan rawat inap.”

“Lalu bagaimana dengan keadaan bayinya?” sekali lagi Tiffany bertanya.

“Meskipun lahir prematur, tapi ia anak yang kuat. Ia sehat, suster sedang merawatnya. Kalian bisa melihatnya nanti. Ah baiklah, saya permisi dulu.” Dokter perempuan itu tersenyum dan berlalu meninggalkan keluarga Choi yang sedang bahagia.

“Gamsahabnida, dokter Kim.” Berkali-kali Minho melakukan bow.

***

Ya, kelegaan yang sekarang dirasakan oleh Minho. Ia tak berhenti mengembangkan senyumnya. Ia terus memandang penuh arti ke arah Krystal yang sedang berbaring di ranjang ruang rawat inap.

Krystal pun begitu. Ia sangat bahagia. Meskipun kali ini tidak bisa dengan jalan normal karena memang belum waktunya. Tapi, yang paling penting sekarang putrinya sudah hadir melihat dunia meskipun tadi dengan proses yang lama dan membahayakan. Ia tak sabar melihat reaksi Yoogeun ketika melihat ia sudah punya adik baru sekarang.

Tiffany sedang menggendong si kecil. Sedangkan Taemin baru saja pamit untuk mengantarkan ayah mertuanya pulang karena besok harus melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.

Si putri kecil ini memberi kebahagiaan baru di keluarga Choi rupanya.

“Kata dokter, besok kau boleh pulang jika kondisimu baik.” Minho terus menggenggam jemari Krystal. Dan Krystal hanya menjawab dengan anggukan kecil.

“Kalian sudah menyiapkan nama untuknya?” tanya Tiffany, ia terus memandangi gadis kecil yang ada di dekapannya.

“Namanya Yookyung, eomma.” Jawab Krystal.

“Aigo, Choi Yookyung, ya. Yookyung-ah, kau manis sekali,” kata Tiffany gemas. Lalu menyerahkan Yookyung kecil yang masih tertidur ke dekapan Krystal.

***

Sudah seminguu sejak kehadiran penghuni baru di kediaman keluarga Choi. Yoogeun selalu antusias sejak kehadiran adik barunya. Meskipun sempat sedikit kecewa ternyata ia mendapatkan seorang adik perempuan, bukan adik laki-laki seperti yang ia inginkan.

Tiffany selalu mengunjungi rumah Minho setiap harinya, tentu saja untuk membantu Krystal merawat Yoogeun dan Yookyung. Tidak mudah menghandle dua orang anak sekaligus, Krystal masih perlu banyak beradaptasi.

“Aku tidak mau makan,” teriak Yoogeun sambil terus berlari menghindari kejaran Appanya.

“Yoogeun-nie, aaa pesawat dari Amerika mau datang.” Minho berusaha membujuk jagoan kecilnya agar mau makan.

Yoogeun malah berlari ke arah Krytal yang sedang duduk di sofa ruang keluarga, sedangkan Yookyung yang berada di dekapannya sedang tertidur.

“Ssstt, Yoogeun-ah sini. Adik sedang tidur, kau tidak boleh mengganggunya,” ujar Minho pelan.

“Ani!” Yoogeun malah berteriak.

“Tak apa Oppa, Yoogeun tidak mengganggunya. Iya kan, anak pintar?” Krystal tersenyum melihat Yoogeun sangat antusias memandang adik barunya. Krystal mengelus pelan kepala Yoogeun.

Krystal sangat senang pada akhirnya ia akan mempunyai keluarga yang sempurna seperti ini. Mempunyai Minho yang akan menjaganya seumur hidupnya dan dua malaikat kecil yang menjadi pelengkap kebahagiaannya. Krystal tak pernah menyangka hidupnya akan sebahagia ini.

Minho mendekati Yoogeun yang sedang bermanja-manja bersama Krystal. Melihat putra sulungnya begitu antusias dengan adiknya, ia merasa ada sesuatu yang menggelitik di perutnya. Krystal, gadis itu sudah banyak memberinya keajaiban selama 30 tahun ia hidup. Memutuskan menikah dengan seorang guru taman kanak-kanak yang ia temui delapan tahun yang lalu memang tepat.

Sekarang Yoogeun memanjat sofa dan duduk manis di sebelah Eommanya. “Eomma, Yoogeun boleh mencium Yookyung?”

Krystal tersenyum. “Tentu saja, sayang.”

Dengan hati-hati Yoogeun mendekat agar adiknya tidak terbangun, dan mencium pipi adiknya lembut.

“Eomma, meskipun Yookyung bukan adik laki-laki Yoogeun, tapi Yoogeun sayang sekali sama Yookyung. Yookyung-ah, Oppa berjanji akan selalu melindungimu,” kata Yoogeun dengan tatapan penuh arti ke arah adik kecilnya yang sedang tertidur di pelukan Krystal.

Minho tersenyum bangga melihat putranya sulungnya yang pintar itu. Satu malaikat cantik pembawa kebahagiaan abadi ke dalam hidupnya, dan dua malaikat kecil pelengkap kebahagiaannya telah membuat hidupnya sangat berarti.

Kesuksesan. Istri yang hebat. Dua malaikat kecil yang membuatnya melupakan lelahnya setelah bekerja. Ia sangat bersyukur, karena Tuhan tak henti-hentinya memberinya limpahan kebahagiaan dan tiga orang yang sangat berharga dalam hidupnya. Ya, Choi Minho sudah mendapatkan kehidupannya yang sempurna.

THE END

***

A/N:

Hehe ini adalah sequel dari A Christmas Gift. Pendek ya? Namanya juga ficlet. ^^v

Kebetulan lagi pengen buat fic ringan tanpa konflik hehe. Gimana ffnya? pasti lagi-lagi ff ini gaje deh. Perasaan saya emang ga pernah beres deh kalo bikin ff. #plak Ya sudahlah, daripada saya terus berceloteh lagian saya juga lagi mau ngisi KRS hehe.

Terima kasih banyak sudah membaca.

Like and Comment, please ^^

Bonus pic:

Ini Choi Yookyung umur 1 tahun. Matanya mirip Minho >.< Aigo~ imut banget anak satu ini bikin gemes pengen nyubit pipinya >.<

Dan ini uri Yoogeun-nie yang makin gede makin mirip Minho >.<

Prasaan ini anak berdua mirip bapaknya semua, ya? >.<

8 thoughts on “HAPPINESS

  1. Sequelnya ini bagussssss bangetttt!
    Krystal sih bukannya istirahat aja di rumah.. Masi kerja jg..
    Tp gpp yg penting semuanya baik2 ajaaa!😀
    Yoogeun pinter yahh.. Tp ga minta adik lg tuh? Kan ga laki2 :p
    Baguss banget FFnya!! Ditunggu FF Minstal yg lainnya yahh ^^

  2. loh, Yoogeun-ah, katanya kalo gak dapet adik namja, eomma sama appa mau disuruh bikin lagi… #PLAK *otak yadong kumat*

  3. :v aku baru ngeh baca sequelnya dulu,baru baca before story nya -_- *okeiniabaikan.
    Kyaaaa chukkae choi fam’s,keekekeeke terharu dan bahagia campur aduk pas baca ff ini,uluuu aku kangen minstal :’) semoga kedepannya mereka byk moment aduhh cocok bgt mereka *shipperkumat ^o^V.
    Nice thor, i like it😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s