Snow Flower

SNOW FLOWER

Copyright © 2012 by CHIELICIOUS

Main Cast:

  • Park Yooyoung
  • Oh Sehun

Rating: PG-Rated

Genre: Romance

Warning: Oneshot. Typo. Don’t Like, Don’t Read.

Disclaimer: Main cast belong to God. The original story from my brain. Plot belong to me.

NO BASHING CHARA. NOT FOR THE SILENT READER. NO PLAGIARISM.

***

“Yooyoung-ah kau baik-baik saja?” tanya gadis berkepang dua di depannya.

Yooyoung kembali menegakkan kepalanya, rasanya agak malas sekali menjawab pertanyaan sahabatnya yang sedari tadi diulangnya terus menerus. “Gwaenchana, Soojin-ah,” jawabnya malas.

“Park Yooyoung aku tahu kau sedang tidak baik.”

“Ya! Lihatlah aku baik-baik saja, bukan?” Yooyong sontak berdiri, berlagak seperti orang yang sedang bersemangat. Lalu berjalan menuju luar kelas.

Soojin melihatnya aneh. Park Yooyoung memang susah ditebak akhir-akhir ini. Terkadang ia terlihat sangat murung, tapi ketika ditanya ia selalu menjawab ia baik-baik saja. Padahal Soojin tahu pasti ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Yooyoung.

Soojin mengikuti Yooyoung yang berjalan menuju lorong sekolah yang terdapat deretan loker-loker siswa.

Yooyoung membuka lokernya. Lantas menampakkan wajah sebal seketika. Ia menjentikkan jarinya pada sebuah foto yang terpampang di pintu lokernya, lalu menutupnya kasar. Soojin yang sedang berada di sebelahnya terjingkat kaget. Aneh sekali gadis itu hari ini.

“Ya! Kau ini kenapa sih?”

Ani obseo, Soojin-ah, just feeling bad mood today.”

Soojin tersenyum melihat sahabatnya yang sedang labil. “Oh, Yooyoung-ah, belakangmu, Sehunnie oppa~” goda Soojin.

Yooyoung meneleh ke arah belakangnya, dan mendapati Oh Sehun –namja chingunya sedang berbincang serius dengan temannya. Lalu memutar matanya bosan.

“Ayo pergi, lima menit lagi kelas vocal akan dimulai,” Yooyoung langsung menyeret lengan sahabatnya itu menjauh dari loker mereka.

“Kau tidak menghampirinya dulu?” tanya Soojin.

“Ani,” jawab Yooyoung singkat.

“Setidaknya kau menyapanya begitu,” lanjut Soojin.

“Aku sedang malas.”

“Jangan bilang kau sedang bertengkar dengannya, ya?”

“Hanya sedikit sebal.”

Soojin mengerucutkan bibirnya melihat Yooyoung yang mulai terlihat menyebalkan. Menjawab pertanyaannya dengan singkat begitu. Hey, apa dia sudah tertular kekasihnya yang berwajah datar, dingin dan tanpa ekspresi itu?

***

Kelas vocal hari ini sudah selesai. Sangat melelahkan, tapi setelah ini Yooyoung masih ada kelas dance. Dan itu adalah kompetensi utama yang harus ditonjolkan untuk semester ini, setelah penguasaan vocal, penguasaan musik, dan akting. Memang semua hal itu yang menjadikan Seoul of Performing Art School menjadi sekolah seni terbaik saat ini.

Untuk yang kesekian kalinya Yooyoung menampakkan wajah sebalnya. Kelas dance, berarti ia harus bertemu dan harus sekelas orang itu. Yooyoung mendecak, meninggalkan Soojin yang masih berada di dalam ruang ganti.

“Ya! kenapa kau jadi suka meninggalkanku begitu, sih? Aku kan tadi bilang tunggu dulu,” protes Soojin.

“Kau itu lambat sekali, Kim Soojin, kita sudah terlambat masuk kelas.”

Sahabatnya yang bernama Soojin itu merengut sebal, “Yooyoung-ah, kudengar hari ini di kelas dance ada couple dance, ah~ kira-kira siapa ya nanti yang akan jadi couple-ku.”

Yooyoung masih menatap lurus jalan di depannya, sahabatnya itu selalu saja membuat sesuatu menjadi lebih dramatis dari yang sebenarnya. Agak menyebalkan kadang, tapi Yooyoung sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa.

“Di kelas dance, tiga orang dengan nilai terbaik masih dipegang orang yang sama. Jung Joorin, Kwon Seojoon, dan Oh Sehun. Setidaknya harus menjadi couple mereka untuk mengangkat nilai,” Soojin mulai menyusun strategi sebelum tes couple dance dimulai. “Tapi sepertinya Oh Sehun sangat tidak mungkin,” lanjutnya.

“Kenapa tidak mungkin?”

Soojin melirik Yooyoung sejenak, lalu tersenyum, “tentu saja ia pasti akan memintamu menjadi couple-nya. Kau kan pacarnya, Yooyoungie~”

“Kim Soojin, jangan membicarakan dia lagi,” ujar Yooyoung dengan seketika kembali menampakkan wajah sebalnya.

Yooyoung melihat ke arah jam tangannya. Sudah lima menit kelas dance belum juga dimulai. Tidak biasanya guru dance mereka terlambat seperti ini, bahkan bisa dibilang guru dance mereka tak pernah terlambat masuk kelas. Selalu tepat waktu dan disiplin, maka di masa depan mereka akan lebih menghargai waktu lebih baik lagi, itu yang diterapkan guru dance mereka. Yooyoung sengaja duduk di tempat yang agak berjauhan dengan Sehun. Sesekali ia memang mencuri pandang ke tempat dimana Sehun duduk.

Ia kembali melihat jam tangannya, mengabaikan Soojin yang sedari tadi berbicara dengannya. Lalu ia melihat ke arah lain, di sudut ruangan Sehun dengan santainya malah memasang earphone di telingannya.

“Aish, tidak ada inisiatif sedikitpun untuk menyapaku atau menghampiriku,” umpat Yooyoung dalam hati.

Beberapa menit kemudian guru dance mereka datang. Wanita tinggi yang biasa dipanggil Han seongsaemnim itu mememinta maaf atas keterlambatannya masuk kelas karena harus mengurus beberapa dokumen siswa, dan langsung membagi para muridnya untuk couple dance.

Couple dance, itu berarti kalian harus berpasangan. Untuk partner dance sudah saya bentuk, dan nanti kalian akan langsung melakukan tes. Dance genre bebas sesuka kalian. Penilaian tentu saja dari kekompakan dan chemistry. Ada yang ditanyakan lagi?” jelas wanita tinggi itu dengan sangat terkonsep.

Selanjutnya, para siswa sudah dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari dua orang. “Oh Sehun, partner dance-mu Park Yooyoung.”

Dan, kalimat itu sukses membuat Yooyong terbelalak. Ya, tak bisa dipungkiri ia memang senang bisa mendapat partner pacar sendiri, tapi saat ini ceritanya Yooyoung sedang sebal dengan Sehun.

Han seongsaemnim menyuruh para muridnya berkumpul dengan partner masing-masing untuk menentukan genre apa yang akan mereka gunakan pada tes. Dan tentunya untuk lebih membangun chemistry. Yooyoung menghampiri Sehun yang sedang memakai earphone-nya kembali. Gadis itu hanya berdiri di depan Sehun sambil tangannya bersendekap, dan kaki di ketuk-ketukkan ke lantai.

“Syukurlah kau yang menjadi partner-ku,” kata Sehun tanpa melihat Yooyoung, melainkan melihat ponsel yang ada di tangannya.

Yooyoung semakin membelalakkan mata bulatnya. Demi apa malah kata yang seperti itu yang keluar dari Sehun. Jauh dari bayangan Yooyoung. Ya, pemuda itu memang tak menampakkan sedikit pun raut wajah excited bisa berkolaborasi dengan kekasihnya sendiri di kelas dance. Terkesan biasa saja dengan wajah datar seperti itu.

Menyebalkan.

Yooyoung semakin kesal. Bisa-bisanya Sehun sejahat itu padanya. Sekarang ia meruntuki dirinya sendiri bagaimana bisa ia menyukai pemuda dingin dan datar macam Sehun. Dan lebih bodohnya lagi, bagaimana bisa ia menerima dan bersedia menjadi pacar Sehun.

***

Seminggu berlalu, dan Yooyoung masih menemukan Sehun yang sama. Percuma ia membuat kesal dirinya sendiri, alih-alih membuat pacarnya sadar. Awal rencana memang ia bermaksud ngambek pada Sehun, supaya Sehun lebih peka terhadapnya. Tapi yang ia dapatkan malah Sehun yang terkesan tidak peduli dan tetap bersikap datar-datar saja seperti biasanya.

Kadang ia merasa iri dengan temannya yang lain yang bisa mengumbar kemesraan dengan kekasihnya di depan umum, ya, agak berlebihan memang tapi setidaknya cinta itu bisa ditunjukkan. Kadang juga ia merasa kesal ketika melihat pacar temannya sangat perhatian, sedangkan Sehun jarang menunjukkan perhatiannya padanya. Yooyoung merasa pacarnya tak sama seperti pacar temannya yang selalu membuat cemburu yang melihat dengan kemesraan yang ditunjukkan. Sehun itu menyebalkan intinya.

Yooyoung berjalan melewati ruang dance hendak menuju ke kantin sekolah yang berada tak jauh dari ruang dance. Hari ini ia merasa kurang enak badan, sejak pelajaran pertama tadi pagi ia berulang kali bersin-bersin dan merasa agak sedikit pusing. Sepertinya ia akan terkena flu. Cuaca memang tidak bersahabat akhir-akhir ini apalagi sudah memasuki musim dingin seperti sekarang. Tadi malam salju turun meskipun tidak selebat badai salju, tapi cukup membuat imunitas Yooyoung menurun seketika.

Hidungnya memerah. Pusing pun masih ia rasakan, ditambah lagi ia merasa sedikit demam. Sepertinya syal tebal yang sedang melingkar di lehernya tidak begitu berpengaruh manfaatnya.

“Hachii!”

Gadis itu mengambil sebungkus tissue dari saku seragamnya, lalu mengusap hidungnya yang sudah merah. “Aish, tahu begitu hari ini aku tidak masuk saja kalau tahu akan flu berat seperti ini,” gadis itu hendak membuang bekas tissue yang ia gunakan ke dalam tempat sampah di depan ruang dance.

Yooyoung melihat Sehun bersama temannya di dalam ruang dance. Mungkin sedang latihan. Gadis itu bersembunyi di balik dinding, bermaksud mengawasi kekasihnya dari jauh.

“Kelihatannya kau sedang flu berat, seharusnya kau pergi ke ruang kesehatan dan istirahat di sana, ini bersihkan hidungmu,” ujar Sehun memberikan sebuah kain sapu tangan kepada teman perempuannya.

Yooyoung mendengus kesal. “Cih, bahkan ia tak pernah seperhatian itu denganku. Oh Sehun, kau jahat sekali!” umpatnya dalam hati, lalu ia meninggalkan tempat itu masih dengan gerutuan yang keluar dari bibir mungilnya.

***

“Yooyoung-ah, aku antar kau ke ruang kesehatan ya?” ujar Soojin melihat sahabatnya yang meletakkan kepalanya di meja kantin, dan sedari tadi bersin-bersin.

“Tidak usah Soojin-ah, aku baik-baik saja,” tolak Yooyoung masih menyandarkan kepalanya di permukaan meja.

“Hei, aku tahu kau sedang flu, setidaknya kau bisa istirahat di sana.”

“Aniyo, kau ambilkan saja obatnya di ruang kesehatan dan bawa ke sini, sebentar lagi kelas vocal dimulai.”

“Baiklah kalau begitu,” kata Soojin, kemudian gadis itu beranjak menuju ruang kesehatan untuk mengambilkan obat untuk Yooyoung.

Samar-samar dengan mata yang setengah tertutup ia masih bisa melihat seseorang duduk di depannya. Soojin bilang ia akan mengambilkan obat untuknya, tapi kenapa ia masih duduk di situ. “Ya! Kim Soojin kenapa kau masih duduk di situ, sepuluh menit lagi kelas vocal akan dimulai,” ujar Yooyoung.

Orang itu meletakkan segelas coklat panas ke meja, lalu di dekatkan pada lengan Yooyoung. “Dasar keras kepala, bagaimana bisa kau tetap ikut kelas vocal dalam keadaan flu begini!”

Sontak Yooyoung menegakkan kepalanya, dan mendapati Sehun yang sedang menyesap bubble tea dihadapannya. “Ya! Oppa, kenapa kau bisa ada di sini?”

“Tidak boleh? Kantin ini untuk umum,” kata Sehun dengan wajah datarnya.

“Aish, kau ini!”

Yooyoung merengut kesal. Itu bukan jawaban yang Yooyoung inginkan dari Sehun. Menunjukkan sedikit perhatian kepada pacar sendiri apa salahnya sih. Setidaknya ia bertanya apakah Yooyoung baik-baik saja, atau menawarkan untuk mengantar ke ruang kesehatan begitu. Yooyoung hanya bisa membayangkan saja.

“Aish, menyebalkan!” umpat gadis itu, lantas meninggalkan begitu saja Sehun yang sedang heran melihatnya.

“Pasti sedang PMS,” katanya singkat, dan melanjutkan menyesap bubble tea sambil memainkan ponselnya.

***

Bel pulang akhirnya berbunyi juga. Sesuatu yang sangat ditunggu oleh Yooyoung sejak awal English class sembilan puluh menit yang lalu. Rasanya mata dan kepalanya sudah tidak bisa bekerja sama lagi. Sedikit merasakan pening akibat flu yang di deritanya hari ini.

Yooyoung lekas mengemasi buku-buku dan alat tulisnya. Mengenakan jaket dan syal, setidaknya bisa menjaga suhu badannya sampai di rumah. Ia berjalan sendiri di koridor sekolah, masih sesekali bersin-bersin dan cairan mulai keluar dari hidungnya. Wajahnya terlihat sangat tidak baik.

“Kau tak mau pulang bersamaku?” kata seseorang yang berdiri di depannya.

“Oppa pulang sendiri saja, aku sedang tidak enak badan, nanti oppa tertular,” jawab Yooyoung, meninggalkan Sehun yang masih berdiri sambil menatapnya berjalan menjauh. Lalu tersenyum tipis.

Yooyoung lebih mengeratkan jaketnya. Ia merasa badannya lebih buruk lagi setelah ia keluar dari sekolah. Yooyoung tak peduli, yang penting sekarang ia harus cepat sampai di rumahnya dan beristirahat. Tetap menelusuri trotoar pinggir jalan dari sekolah yang bersalju menuju halte terdekat.

“Hachii!”

Lagi-lagi ia bersin, hawa dingin di luar membuatnya bertambah buruk. Gadis itu tetap bertahan berjalan demi sampai di halte sambil mengusap hidungnya yang memerah.

Sebuah jaket menyelimutinya dari belakang. Membuatnya merasa lebih hangat. Setidaknya lebih baik dari tadi.

“Sudah kubilang kau harus pulang bersamaku,” katanya datar.

Sehun berjalan sejajar dengan Yooyoung. Sepertinya sedari tadi pemuda itu mengikutinya dari belakang. Gadis itu malah berjalan lebih cepat. Masih berusaha menghindar dari Sehun sepertinya. Sehun semakin heran dengan sikap yeoja chingunya akhir-akhir ini yang terkesan aneh padanya.

“Yooyoung-ah kau kenapa sih?”

“Kukatakan sekarangpun kau tetap tak pernah peduli padaku,” teriak Yooyoung berbalik sejenak, lalu mempercepat kembali langkahnya.

Sehun berusaha mengejar Yooyoung yang berjalan lebih di depannya. Langkahnya yang besar membuat pemuda itu cepat mensejajarkan posisinya dengan gadis yang sedang mendekap badannya itu. Sehun meraih lengan Yooyoung, membuat gadis itu menghentikan langkahnya.

“Mau apalagi sih?”

“Aku yang harusnya bertanya, kau kenapa?” Sehun berhasil menahan Yooyoung.

Yooyoung mengalihkan pandangannya ke arah jalan di depannya, “aku sudah duga oppa tak pernah peka.”

“Yooyoung-ah..”

“Apa aku masih kau anggap sebagai kekasihmu?”

“Apa maksudmu, tentu saja kau yeoja chinguku.”

“Tapi aku tak pernah mendapatkan apa yang selayaknya seorang namja berikan kepada yeoja chingunya. Oppa, tak pernah perhatian padaku. Lantas untuk apa aku jadi kekasihmu? Untuk mengisi kekosongan status di sosial media, begitu?”

Sehun terdiam.

“Aku hanya ingin satu perhatian saja, oppa. Apalagi saat aku sakit seperti ini. Sudahlah udara semakin dingin, aku merasa bertambah buruk,” ujar Yooyoung melepaskan tangan Sehun yang mencengkeram lengannya. Matanya mulai berair. Wajahnya semakin pucat karena udara dingin musim dingin saat ini.

Sehun kembali meraih tangan Yooyoung yang hendak pergi meninggalkannya. Pemuda itu langsung mendekap tubuh mungil gadis itu. Sebuah pelukan hangat yang dirasakan Yooyoung sekarang.

Dan, bendungan kristal-kristal air mata di pelupuk mata indahnya akhirnya pecah juga. Yooyoung terisak di dada Sehun. Sehun mengusap pelan puncak kepala Yooyoung.

Ia memang tidak peka selama ini, ia pun tak pandai menunjukkan perhatian dan rasa cintanya pada kekasihnya. Tapi, jauh di lubuk hati pemuda datar ini sangat menyayangi Yooyoung. Ia mencintainya, tapi memang tak bisa ia tunjukkan.

“Sudah jangan menangis, kau jelek kalau menangis,” kata Sehun tersenyum tipis, Yooyoung masih berada di dekapannya.

“Kau jahat,” jawab Yooyoung terisak.

“Aku jahat tapi kau tetap mau jadi pacarku,” seringai Sehun.

“Karena itu kau semakin jahat padaku.”

Hei, mereka sepertinya lupa sedang berada di pinggir jalan. Sepertinya Yooyoung juga lupa jika ia sedang terkena flu. Dan tidak sadarkah mereka sedang berpelukan di depan umun seperti itu layaknya drama-drama romantis di televisi? Setiap orang yang melihat mereka hanya tertawa melihat dua remaja yang jatuh cinta.

“Yooyoung-ah..”

Yooyoung mendongakkan kepalanya. Menemukan wajah kekasihnya yang tetap datar seperti biasanya. Sehun menatap Yooyoung, mata mereka bertemu dan saling memandang semakin intens. Wajahnya semakin mendekat ke wajah gadis itu.

Semakin mendekat dan bibir mereka bertemu. Yooyoung yang terhipnotis hanya membelalakkan matanya ketika bibirnya bertemu dengan bibir hangat Sehun. Perasaan hangat menjalar ke seluruh tubuhnya seketika.

“Oppa apa yang kau lakukan?” Yooyoung tersipu malu.

Ciuman singkat itu terlepas.

Sehun menyeringai. “Itu bagian dari perhatian juga, kan?”

Dan berhasil membuat pipi Yooyoung lebih merah lagi. Bukan karena udara dingin di sekitar mereka, atau Yooyoung yang bertambah demam. Tapi, karena malu. Lucu sekali kedua remaja ini.

“Gomawo, Yooyoung-ah. Kau tahu, kau seperti bunga Wintersweet itu,” kata Sehun menunjuk ke salah satu pohon di tepi jalan yang berbunga kuning.

Yooyoung mengangkat alisnya, “kenapa?”

“Wintersweet adalah bunga yang hanya bisa tumbuh dan mekar di saat musim dingin. Dan Park Yooyoung adalah bunga yang bisa tumbuh di hati dingin Oh Sehun.”

Yooyoung terkekeh pelan. Kenapa Sehun yang dingin dan datar bisa menjadi sok romantis begini sih.

“Gombal!” Yooyoung menjulurkan lidahnya.

“Hei, jangan meremehkan Oh Sehun ya,” Sehun mengacak-acak puncak kepala Yooyoung. “Sudahlah, aku tidak mau mengulanginya lagi, itu memalukan,” lanjutnya.

Yooyoung tertawa lepas. Sehun mendekap tubuh gadis itu, mereka berjalan beriringan menuju halte yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

Ya, seperti yang dikatakan oleh Sehun, Yooyoung adalah bunga yang tumbuh dan mekar di hati Sehun yang dingin dan datar. Layaknya bunga wintersweet yang tumbuh dan mekar di musim dingin.

***

THE END

***

Aigooooooooo fluffy gagal total aigoooo~

Maaf saya sudah menghancurkan Sehun dan Yooyoung dua maknae favorit saya yang baru ^^v Maaf juga untuk storyline yang gajelas seperti biasanya #bow

Dan, untuk sekedar info buat yang penasaran dengan bunga wintersweet, bunga ini biasa disebut Ice flower atau Snow flower atau nama ilmiahnya Chimonanthus. Bunga ini adalah bunga khas musim dingin di China sana, tapi dalam fic ini saya buat dia tumbuh di Korea hehe Bunga Wintersweet akan mekar dari awal Januari sampe akhir Februari. Tinggi pohonnya dari 2-13 m. Oke enough penjelasan singkat tentang Wintersweet.

Ini salah satu pict Wintersweet yang lagi mekar, setipe sama Cherry Blossom gitu lah cuma kalo Cherry Blossom kan mekar di musim semi kalo Wintersweet di musim dingin.

Udah ah banyak bacot nih saya, karena masih dalam suasana lebaran ya kan, sekali lagi minal aidzin wal faidzin, saya masih tunggu kiriman parcel atau angpao readerdeul~ hahaha #plak

13 thoughts on “Snow Flower

  1. Annyeong chingu^^
    Aku sering mampir ke sini tapi ini comment pertamaku, ffnya keren banget aku suka, sering-sering buat ff yang yooyoung-sehun couple ne’-‘v
    Oh iya, ff yang I really hate you juga cepet dilanjutin ya, aku penasaran u,u

    • Annyeong salam kenal ^^
      Sehun-Yooyoung kapan2 aku buat lagi insya allah ^^ Untuk I Really Hate You ga janji bisa update cpt ^^v hehe #bow
      Terima kasih sudah membaca dan komen ya🙂

  2. Annyeong author-nim~ ^^
    ini kunjungan saya yang pertama kalinya ‘-‘) iseng iseng search ‘alice kris exo venus’ eh ada link web ini deh kkk *-* /curhat/
    Author-nim bikin ff Yooyoung-Sehun lagi donggg *-* hehe Chanyeol-Lime juga yaa hihi :p *banyak request-_-* gomapseumnida author-nimmmm ^^

  3. wahh eonni, ini ff kedua looh yg aku baca. daaaaaaan ceritanya keren baday(?) eonn.
    aku suka sifat sehun disini, persis seperti di dunia nyata. wkwkwk😀 tapi ternyata dia bisa romantis jg yah? kkkk~
    pokoknya keren dehh eonn ff nya😉

  4. Woaaaah~ akhirnya nemu fanfic exo-HV TT___TT betapa mengharukannya TT___TT akhirnya ya tuhan TT______TT

    Ceritanya bagus ._. Sehun dingin banget tapi suka❤

    Ada Fanfic EXO-HV lain '-')? Aku baru liat ini. Oke, aku jelajah ya haha

  5. Hai, Kakak *aduh sok kenalnya*
    Seneng banget nemu FF Sehun-Yooyoung ini. Sumpah, aku suka!

    Haha… Yooyoung dongkol abis ya, Sehun -sebagai pacarnya- bersikap cuek gitu, apalagi pas mau diskusiin genre dance buat couple dance-nya. Aku aja ikutan gemes kok Sehun secuek itu. Soojin ikut imbasnya juga lagi.

    Tapi, endingnya astaga bikin senyam-senyum. Sehun ternyata perhatian juga sama Yooyoung. Manis, beneran. Sehun juga tiba-tiba jadi jago ngegombal gitu😄

    Semangat, Kakak, nulisnya! Fighting and keep writing!

  6. Hi kakak, jjur aja aku org yg jrg ksh komentar🙂 tp entah knp shbis baca ff km aku lsg pngen drop comment.

    Jadi aku suka pairingnya♡ exovenus! Hehehehe.
    Ceritamu keren apalagi ada penjelasan bunga2 gitu😀 soalnya aku juga memang tertarik sama bahasa bunga x)
    Entah napa adegan favku itu pas Yooyoung ngejauhin Sehun dari awal2 cerita dan menurutku itu lucu hahaha xD terus apa Sehun gombal karena mikirnya YY lg PMS? *plak*

    Akhir kata selamat udah bikin ff yg bagus. Terus berkarya ya!

    salicelee,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s