Intertwined [Chapter 2]

Poster10

CHIELICIOUS © 2016

Two heart. One soul. Connected. Intertwined in love..

Shin Yoonjo

Byun Baekhyun

Kim Taeyeon

No bashing. No Plagiarism. Don’t be a silent reader

***

CHAPTER 2

Ia membuka pintu flat sederhana yang sudah ia tempati beberapa tahun ini bersama putri kecilnya. Televisi di ruang tengah masih menyala dan seorang gadis kecil sedang tertidur di sofa depan televisi. Ia meletakkan beberapa kantung belanja di atas meja di dapur yang terletak di samping ruang tengah. Rumahnya memang tidak luas dan mewah atau bisa dikatakan ini sempit, tapi baginya ia bisa mempunyai tempat untuk pulang sudah cukup.

Yoonjo lalu menggendong putrinya, mengangkatnya pelan agar si putri kecil tidak terbangun. Lalu menempatkannya pada ranjang di kamar kecil yang dindingnya dihiasi berbagai macam gambar. Ia menyelimuti tubuh kecil putrinya dengan selimut, kemudian mengusap kening Hyejoo pelan. Tidak selalu ia bisa bermain dengan gadis kecil ini. Ia harus bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Ia adalah single parent. Membesarkan sendiri putrinya dan satu-satunya tulang punggung keluarga menjadikan Yoonjo jarang menemani Hyejoo. Ia harus pergi bekerja pada pagi hari setelah Hyejoo berangkat sekolah dan pulang malam saat putrinya sudah tertidur. Sebenarnya ia tak tega meninggalkan Hyejoo sendirian, tapi tak ada cara lain untuk menyambung hidup.

Ia tak punya teman hidup yang bisa membantu dan menemaninya ketika susah dan senang. Masa lalu yang tak ingin ia ingat. Tapi ketika melihat wajah Hyejoo, Yoonjo terpaksa harus membuka lagi kotak memori masa lalunya. Mata, hidung, bibir dan hampir semua yang ada pada Hyejoo mirip dengan seseorang di masa lalu. Membuat hatinya sedikit tercubit.

Kemudian Yoonjo mencium kening Hyejoo, gadis kecilnya sedikit mengeliat. Yoonjo kembali menepuk pelan Hyejoo agar gadis kecilnya kembali tidur dengan tenang.

“Maafkan eomma, sayang.”

***

“Ayo eomma, ppalli ppali,” gadis kecil itu menarik tangan Ara.

Mereka sudah berdiri di depan sebuah pintu flat sederhana. Ara mengerutkan keningnya, ragu apakah ini memang benar-benar sebuah flat atau hanya kamar kos sempit yang kurang layak ditempati oleh sebuah keluarga. Berawal ketika Yerin menemukan buku milik Hyejoo di mobil mereka. Dan gadis kecilnya memaksa untuk mengembalikan buku itu pada Hyejoo hari itu juga. Mau tidak mau Ara harus menyetujui usul Yerin.

Yerin bilang ia dan supir Jang mengantarkan Hyejoo pulang ke rumah, dan Yerin bilang ia masih ingat betul dimana rumah Hyejoo. Mereka hanya diantar supir Jang sampai pelataran depan rumah susun sederhana yang katanya rumah Hyejoo. Setelah itu Yerin dengan bersemangat menariknya masuk, menaiki tangga menuju lantai dua, melewati lorong, dan sekarang mereka sudah berdiri di depan pintu nomor 10.

“Kau yakin ini rumah Hyejoo?”

Yerin mengangguk mantap. Ah, ia harus percaya gadis kecilnya seseorang yang pandai.

“Baiklah, eomma akan mencoba membunyikan belnya,” ujarnya sambil menekan bel yang ada di samping pintu.

Beberapa kali membunyikan bel, tetapi si pemilik flat belum juga membukakan pintu untuk mereka. Tampak wajah Yerin yang yakin kalau itu adalah rumah temannya perlahan berubah menjadi ragu. Ara menekan belnya sekali lagi. Ia tak ingin membuat gadis kecilnya kecewa, sejujurnya. Tapi jika memang tak ada yang membukakan pintu untuk mereka, ia tidak bisa terus memaksa.

Ara hendak membujuk Yerin untuk pulang, dan tiba-tiba suara pintu dibuka.

“Maafkan sudah menunggu lama, aku sedang membereskan sesuatu di dalam dan aku yakin tadi mendengar bel, interkom kami sedang rusak jadi…”

“Yoonjo!” potong Ara setelah melihat siapa yang membukakan pintu untuknya. “Kau Yoonjo!”

“Yoo Ara..” dengan terbata Yoonjo mengatakan nama wanita di depannya. Dia cukup terkejut Yoo Ara bisa sampai di depan rumahnya.

“Ya, aku Yoo Ara, dan kenapa kau bisa di sini? Kau menghilang! Kau ini ibunya Hyejoo?”

Ara langsung saja menyerbu dengan beberapa pertanyaan dalam sekali ucap. Dia sangat senang bisa menemukan sahabatnya yang sejak lama menghilang. Firasatnya kemarin-kemarin ternyata benar. Oh, its a miracle.

Masuklah, maaf ini gubuk kami.” Yoonjo mempersilahkan Ara dan Yerin masuk ke dalam flat sederhana yang ia sebut rumah.

Mereka sekarang sedang berada di sebuah restoran untuk makan malam. Ara mengajak Yoonjo dan Hyejoo makan malam bersama untuk merayakan pertemuan mereka kembali. Ara dan Yoonjo adalah sahabat sejak sekolah menengah keatas. Mereka satu kelas sejak tahun pertama, berada di club yang sama, rumah mereka sejalan dan banyak lagi kesamaan yang membuat Ara dan Yoonjo berteman baik. Ah, ya mereka juga sama-sama menyukai senior mereka di club musik. Ara jatuh cinta dengan Joonmyun si ketua club, dan Yoonjo menyukai Baekhyun, orang pertama yang sangat welcome padanya saat ia bergabung dengan club musik.

Persahabatan Ara dan Yoonjo masih terus berjalan hingga mereka lulus dan menjadi mahasiswa. Dua sahabat ini masih sering bertemu, bahkan melakukan double date. Ara dan Joonmyun, Yoonjo dan Baekhyun. Tapi hubungan Yoonjo dan Baekhyun tak bertahan lama, mereka putus dan Baekhyun pergi ke Jepang untuk melanjutkan studynya.

Dua ibu muda ini terus bernostalgia tentang masa SMA mereka dulu. Ara senang bisa bertemu dengan sahabatnya lagi. Setelah pernikahan Ara dan Joonmyun, Yoonjo tak pernah terlihat lagi. Ara tak bisa menghubunginya, nomornya sudah tidak aktif, email dan pesannya tak pernah dibalas. Yoonjo menghilang.

“Ara-ya, kau harus berjanji tidak akan mengatakan ini pada siapapun, meskipun itu Joonmyun,” ujarnya sambil menunduk.

Ara mengangguk tanda mengerti. Ia ikut menyesal ia tak ada di sisi Yoonjo pada saat masa sulitnya.

“Jadi, dia benar-benar anaknya?”

Yoonjo hanya terdiam. Ara mengulurkan tangannya, lalu menggenggam telapak tangan sahabatnya erat. Ia tak menyangka sahabatnya bisa kuat dan tegar seperti ini. Hatinya ikut perih ketika Yoonjo menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya dan mengapa dia menghilang.

***

TO BE CONTINUE

***

Hello, everyone \^^/

Saya sangat tahu wp saya sudah mulai berdebu setelah bertahun-tahun nggak pernah diisi. Kalo ibarat rumah kosong mungkin udah dihuni hantu kali ya hehe :’)  Oke, satu postingan di tahun 2016 yang udah mau habis. Sebenarnya saya mau posting di wattpad sih tapi entahlah tiba-tiba saya lack of confident wkwkwk jadi yaudah deh di wp aja. Maafkeun kalo ada typo, maklum udah mulai tua :’) Thats all! Thank you, semoga masih ada yang baca :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s